Gapura Cianjur – Bantuan Sosial Tunai (BST) kembali dibagikan Pemkab Cianjur bagi warga yang terdampak Pemberlakuan, Pembatasan, Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebesar Rp 200 ribu per KK yang belum sama sekali mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Hal tersebut, dikatakan Bupati Cianjur H Herman Suherman di respon baik bahkan mendapat pujian dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pasalnya Kabupaten Cianjur menjadi nomer satu yang pertama menyalurkan BST.

“Alhamdulillah, untuk Kabupaten Cianjur merupakan yang pertama se Indonesia yang sudah menyalurkan BST bagi masyarakat yang terdampak PPKM,” kata Bupati Cianjur H Herman Suherman, kemarin (8/7).

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan, pada saat melakukan launching penyaluran PPKM bagi warga Cianjur yang terdampak kurang lebih sebesar Rp 5,28 Milyar untuk sebanyak 26 ribu Keluarga Penerima Manfaat.

“Pada saat launching penyaluran BST kemarin, kurang lebih Pemkab Cianjur menyiapkan anggaran Rp 5,28 Milyar untuk 26 ribu KPM,” paparnya.

Herman mengatakan, selain itu Pemkab Cianjur pun saat ini kembali mendata sisa warga yang masih belum mendapatkan BST yang selanjutnya akan di masukan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

“Hari ini, kita akan melanjutkan pendataan warga yang masih belum mendapatkan sama sekali bantuan dari pemerintah pada program PPKM ini,” jelasnya.

Herman mengatakan, bahwa dirinya memberikan batas waktu hingga Jumat (9/7) ini untuk melakukan pendataan ulang warga yang belum mendapatkan BST pada PPKM.

“Saya berikan waktu sampai dengan hari ini Jumat, jadi, nanti di hari Senin (11/7) akan kembali disalurkan BST,” ujarnya.

Untuk anggaran yang digunakan lanjut Herman, ia tidak mengambil anggaran dari pekerjaan yang strategis.

“Saya tidak mengambil anggaran dari pekerjaan yang strategis, tapi tetap diambil dari anggaran pembelanjaan daerah (APBD),” pungkasnya.***ren/jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang