Gapura Garut- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Garut, melakukan kegiatan penanaman sejuta pohon di Petak 108B RPH Cisompet BKPH (Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan) Cisompet dan Desa Mekarwangi, Kacamatan Cihurip, Kabupaten Garut, Kamis (12/11/2020).

Hadir Bupati Garut Rudy Gunawan yang secara resmi memulai kegiatan tersebut bersama Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan, Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Amas Wijaya, dan Administratur Perum Perhutani KPH Kabupaten Garut, Nugraha.

Bupati Rudy mengatakan, pihaknya akan melakukan gerakan besar-besaran agar masyarakat Garut berkontribusi terhadap penanaman pohon.

“Kita adakan gerakan besar-besaran melalui DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa), kita minta kepala desa, apalagi kepala desa yang mau pilkades sekarang ini saya gerakkan untuk melakukan advokasi kampanyenya dengan menanam pohon,” ujar Bupati.

Di Kabupaten Garut juga, lanjut Rudy, masih terdapat banyak lahan kritis yang bisa dimanfaatkan untuk ditanami pepohonan.

“Dari 320 ribu hektare, 56 ribunya kritis. Tapi bukan di perhutani saja, di tanah masyarakat juga kritis. Kritis itu dalam arti, tanahnya miring tidak ada tanaman,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Epi Kustiawan berharap masyarakat Jawa Barat bisa berbahagia dan berkontribusi terhadap penanaman pohon.

“Upaya yang dilakukan adalah bagaimana dengan gerakan itu bagaimana masyarakat Jawa Barat sedang berbahagia, dengan berbahagia insya Allah akan menyumbang pohon, memberikan kontribusi di gerakan itu, yang lulus sekolah misalnya menyumbang 10 pohon, yang menikah 10 pohon, kemudian yang promosi naik pangkat menyumbang 50 pohon, maka diusahakan masyarakat Jawa Barat sedang berbahagia dan berkontribusi dalam gerakan menanam pohon ini,” kata Epi.

Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Amas Wijaya menuturkan, kegiatan ini dalam rangka mensukseskan program Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, yaitu Gerakan Tanam dan Pelihara 50 juta pohon.

“Pada kesempatan pagi hari ini sesuai dengan tema kita menggunakan gerakan penanaman 1 pohon dalam rangka menyukseskan program Pak Gubernur Jawa Barat, Gerakan Tanam dan Pelihara 50 juta pohon,” ucap Amas.

Tanaman yang banyak ditanam di sekitar lereng, lanjutnya, adalah tanaman yang tidak mendukung terhadap ketahanan air, maka dari itu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan berganti komoditi.

“Si tanamannya itu tidak mendukung terhadap ketahanan air, karena beberapa tempat lerengnya sudah miring sedemikian rupa, tapi tanamannya tanaman musiman misalnya sayuran. Salah satu upaya kita dalam menangani tanah miring itu mencoba dengan cara beralih komoditi, dengan tanaman-tanaman yang tetap menghasilkan buat masyarakat,” ucap Epi.

Sementara itu, Administratur Perhutani KPH Garut, Nugraha mengatakan, kegiatan ini dapat menyejahterakan masyarakat di sekitar kawasan hutan. “Hari ini kita menjalankan pembangunan kehutanan, yang betul-betul bisa menjadi menyejahterakan masyarakat, dan aman hidup di dalam sekitar kawasan hutan ini,” kata Nugraha.***jmb

Bagaimana Tanggapan Anda ?

Komentar

Desain kemasan online gratis Coba Sekarang